Mimpi Yatno untuk Koperasi Desanya: Dari Pengusaha Lokal ke Pendamping Kemenkop

banner 468x60

Jambi – Pagi itu, Yatno (bukan nama sebenarnya) duduk di teras rumahnya di Mendalo Indah, Jambi, sambil menatap layar ponsel. Ia baru saja menyelesaikan pendaftaran sebagai calon Asisten Bisnis dalam program pendampingan koperasi yang dibuka oleh Kementerian Koperasi dan UKM. “Saya ingin koperasi di desa saya bisa berkembang seperti usaha saya,” ucapnya pelan, penuh harap.

Yatno bukan orang baru dalam dunia usaha. Selama tiga tahun terakhir, ia mengelola bisnis pengolahan hasil pertanian yang kini menghasilkan omzet lebih dari Rp 600 juta per tahun. Ia tahu betul bagaimana sulitnya memulai usaha dari nol, apalagi tanpa akses modal dan pendampingan. “Saya dulu belajar sendiri, jatuh bangun. Kalau koperasi bisa punya pendamping, itu akan sangat membantu,” katanya.

Program pendampingan koperasi ini membuka 8.000 posisi dengan gaji Rp 7,25 juta per bulan selama tiga bulan. Para pendamping akan membantu koperasi menyusun rencana bisnis, mengakses pembiayaan, dan mengoptimalkan unit usaha. Bagi Yatno, ini bukan sekadar pekerjaan, tapi kesempatan untuk memberi kembali kepada komunitas yang telah mendukungnya.

Meski hanya lulusan SMA, Yatno memenuhi syarat jalur pelaku usaha. Ia telah menjalankan usaha aktif lebih dari dua tahun dan memiliki rekam jejak yang sehat secara finansial. Ia pun melengkapi semua dokumen yang diminta: KTP, NPWP, surat sehat, hingga portofolio usahanya. “Saya ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil juga bisa berkontribusi besar,” ujarnya.

Istrinya sempat ragu saat Yatno menyampaikan niatnya mendaftar. “Kalau nanti terpilih, kamu harus sering ke luar rumah,” katanya. Tapi Yatno meyakinkan bahwa ini bukan sekadar pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari perjuangan membangun ekonomi desa. “Saya ingin anak-anak di sini melihat bahwa koperasi bukan hal kuno, tapi masa depan,” katanya.

Seleksi akan berlangsung dalam beberapa tahap, termasuk tes dan wawancara. Yatno tahu persaingan akan ketat, tapi ia tetap optimis. Ia percaya bahwa pengalaman lapangan dan semangat berbagi bisa menjadi nilai tambah. “Saya tidak punya gelar tinggi, tapi saya punya pengalaman dan niat tulus,” ucapnya.

Jika terpilih, Yatno berencana mendampingi koperasi di sekitar Jambi. Ia ingin membantu mereka membuat laporan keuangan yang rapi, mengembangkan produk lokal, dan membuka akses pasar yang lebih luas. “Saya ingin koperasi di desa saya bisa berdiri sejajar dengan usaha swasta. Bukan hanya bertahan, tapi tumbuh,” tutupnya dengan senyum kecil. (MNW)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *